Selasa, 24 Maret 2009

Dua Puluh Lima Tahun lalu - dari sekarang

Untuk seorang anak smp, ukuranku sangat canggung, tinggi ndak -pendek jelas iya, waktu masuk kelas itu, yang kuperhatikan pertamakali adalah plafonnya tinggi bangget.....empat meter.
Hmm...memang beginilah model bangunan Kolonial Tropis, sisa peninggalan Belanda. Di masa yang akan datang akhirnya aku tahu bangunan yang aku tempati adalah sekolah jaman Belanda M.U.L.O ( Meer Uitgebreid Lager Onderwijs ) MULO menggunakan Bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. Pada akhir tahun 30-an, sekolah-sekolah MULO sudah ada hampir di setiap kota kawedanaan (kota kabupaten).

Gambar di sebelah ini mungkin akan mewakili keadaannya saat itu ( terimakasih buat www.oprekpc.com) dan saat pertengahan tahun 1949 -1953 tempat itu dijadikan sekolah darurat, dibilang darurat karena muridnya tentara - guru2nya juga ada tentara , dan masih ada juga guru2 kebangsaan Belanda yang mengajar disana.


Aku sendiri masuk kesitu dengan status yang "serba tanggung", masuk di pertengahan semester, di tengah tahun yang benar2 serba separuh......hehehe.

ketika masuk ke kelas itu, aku memilih duduk di belakang,bangku paling belakang sap dua dari kiri, dan kelak aku tak kan mau pindah dari sisi teman sebangkuku.... Radix.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar